Harga Kamera Terbaru
Sedang memuat Pengalaman Memakai Kamera Sony A9 ...

Pengalaman Memakai Kamera Sony A9

Monday, July 10th, 2017 - INFO KAMERA

Story of Sony – Tanggal 9 Juni 2017 waktu lalu aku diundang seseorang rekan ke acara peluncuran Sony A9. Pengumuman ini cukup mendadak serta aku didaftarkan sekian hari terlebih dulu. Di acara ini aku serta tamu-tamu undangan yang komposisinya photografer, videografer dan dealer Sony.

Dalam acara ini disiapkan sebagian camera Sony A9 komplit dengan lensanya untuk ditest tamu yang ada. Aku pernah coba camera Sony A9 dengan lensa Sony FE 100-400mm f/4. 5-5. 6 GM yang baru. Lensa ini cukup besar diameternya dengan berat 1. 395 kg serta filter 77mm.

Bagaimana rasanya menggunakan kamera Sony A9?

Review Sony A9

Review Sony A9

Kelebihan Sony A9 pastinya yaitu kecepatan photo yang menjangkau 20 photo per detik dengan electronic shutter (bukanlah mekanik) hingga tak ada nada sekalipun. “Tinggal lebih 4 frame sekali lagi telah jadi video” celetuk Upie Guava, seseorang videografer yang ada juga di acara ini. Kecepatan system autofokusnya begitu baik, bisa mendeteksi penari yang bergerak cepat hingga ke ujung frame.

Kekhasan sensor A9 yaitu sisi 2 yaitu integrated memory serta no. 3 yaitu high speed sirkuit processing yang menolong kecepatan mengolah serta perpanjang nafas camera waktu memphoto berturut-turut.
Aku coba memphoto kurang lebih 400 photo, serta aku cermati baterainya cuma drop 3 % saja. Kelihatannya dengan memakai electronic shutter serta memphoto berturut-turut bisa menghemat baterai. Namun bila memphoto satu per satu kelihatannya baterai semakin lebih cepat habis, mungkin saja sekitaran 600-1000 photo. Walau sekian, kemampuan baterai yang baru ini kurang lebih 2x tambah baik dari pada terlebih dulu. Mengakibatkan ketahanan baterai begitu baik walau untuk ngechargenya jadi lebih lama.

Aku tidak temukan tanda overheating atau camera jadi panas, namun hal semacam ini mungkin saja karna kita memphoto di keadaan didalam ruang pada malam hari.

Memphoto dengan electronic shutter tidak menyebabkan nada, namun terkadang photografer suka pada masukan kalau photo sudah di ambil. Jadi itu di Sony A9 ada pilihan audio signal on, hingga tiap-tiap memphoto camera akan berbunyi. Diluar itu, ada dampak kelap kelip framing di monitor monitor camera untuk berikan tanda.

Sony A9 mempunyai rangka magnesium alloy berbalut plastik serta karet, waktu dipegang, serupa dengan seri Sony A7. Cuma sedikit lebih tidak tipis. Waktu dipasang di lensa baru Sony FE 100-300mm GM, kurang demikian imbang. Aku merekomendasikan pemakai A9 untuk memakai batterai grip agar lebih stabil serta enak digenggam. Sony mengklaim kalau mountingnya telah kuat untuk menempatkan lensa-lensa yang berat dengan memberikan baut jadi 6 buah. Waktu lensa 100-300mm dipasang di Sony A9, memanglah tak ada problem masalah ketahanan mount-nya, namun kelihatannya yang aku cobalah desainnya agak kurang presisi hingga lensanya dapat berubah-geser sedikit waktu diputar. Mungkin saja ini hanya kebetulan saja.

Karna keunggulannya dalam kecepatan tinggi, jadi Sony A9 diposisikan untuk berkompetisi dengan Canon 1DX II serta Nikon D5. Untuk sebagian type acara, Sony A9 sesungguhnya lebih unggul karna dapat 100% tidak bertemura hingga tidak mengganggu acara berolahraga, musik atau satwa liar.

Untuk buffernya, bila photo berturut-turut dengan RAW, waktu review/playbacknya tidak demikian mulus karna aku mesti menanti sekitaran 2 detik untuk lihat per photo sembari menanti camera menulis gambar photo ke memory card. Bila memphoto dengan JPG, kecepatan menulis photo ke memory card lebih cepat serta waktu playback lebih mulus.

Untuk videografer, sayangnya Sony A9 tidak demikian pas, karna tidak mempunyai pilihan picture profile serta S-Log Gamma. Peluang dikerjakan untuk membedakannya dengan camera Sony A7S II.

Kamera inovatif dari Sony A9

Menurut aku Sony A9 adalah camera yang inovatif karna bisa mendobrak 20 photo per detik dengan electronic shutter. Memanglah, ada camera yang dapat lebih cepat sekali lagi, seperti Olympus OMD EM-1 II atau Nikon 1, namun keduanya mempunyai sensor gambar yang lebih kecil. Memphoto 20 fps tanpa ada black-out serta tanpa ada nada rasa-rasanya serupa dengan merekam video, jadi berkesan agak aneh untuk aku awal mulanya, namun jadi alat yang efektif, A9 begitu baik, untuk hoby photografi yang lain seperti landscape, portrait, A9 menurut aku sangat overkill (terlalu berlebih).

Di Indonesia, harga Sony A9 kurang lebih sebagai berikut :

1. Sony A9 body only : Rp 62. 999. 000
2. Sony A9 + SD UHSII 64GB + Grip Vertical (VG-C3EM) + Baterai NP-FZ100 : Rp 64. 999. 000

Pengalaman Memakai Kamera Sony A9 | admin | 4.5